This site requires JavaScript. This message will only be visible if you have it disabled.

BELAJAR BERWIRAUSAHA, SISWA SMA PLUS MIFTHAUL ULUM KEMBANGKAN HIDROPONIK

BELAJAR BERWIRAUSAHA, SISWA SMA PLUS MIFTHAUL ULUM KEMBANGKAN HIDROPONIK


BELAJAR BERWIRAUSAHA, SISWA SMA PLUS MIFTHAUL ULUM KEMBANGKAN HIDROPONIK

Hidroponik bukanlah cara baru dalam bercocok tanam. Semua orang dapat menggunakan cara ini untuk bercocok tanam terlebih lagi bagi mereka yang tidak memiliki tanah sebagai media. Cara seperti ini tergolong sangat mudah dan dapat memanfaatkan pekarangan rumah, sekolah dan lainnya. Salah satu sekolah yang mengembangkan hidroponik untuk bercocok tanam adalah SMA Plus Miftahul Ulum.Tanaman hidroponik diletakkan di halaman teras kelas putri SMA Plus Miftahul Ulum.



Tampak semangat yang terlihat dari raut wajah para siswa ketika melakukan penyemaian bibit bayam merah. Proses penyemaian ini tidak memakan waktu lama dan media yang mahal. Siswa memanfaatkan rokwal sebagai media semai. Proses penyemaian hanya membutuhkan waktu beberapa hari saja sampai tumbuh kecambah dan kemudai dipindahkan ke media lain. Setelah dipindahkan ke media tanam, siswa hanya menjaga air dan kandungan nutrisinya saja. Bibit-bibit hasil semai akan tampak memerah setelah beberapa hari. 
Semangat dan kesabaran siswa pun berbuah manis ketika telah dipanen. Fatimah, salah satu siswa kelas XI-C mengaku sangat senang sekali ketika mengetahui hasil hidroponiknya dapat dipanen. "Saya begitu semangat dan senang sekali hari ini, ternyata bibit bayam yang kami tanam dengan hidroponik dapat dipanen dan hasilnya tidak kalah dengan media tanah, bahkan lebih cepat".
Penanggung jawab kegiatan ekstrakurikuler hidroponik dan juga guru biologi, Ibu Suciawati mengungkapkan jika bercocok tanam dengan hidroponik lebih mudah dan cepat dari pada menggunakan media tanah. Selain itu hidroponik juga memiliki prospek besar ke depannya. "Hidroponik itu memiliki keunggulan tersendiri daripada menggunakan media tanah, di antaranya pertumbuhan lebih cepat sehingga memetik hasilnya pun cepat. Peralatannya pun mudah, cukup rokwal, gelas bekas, dan paralon. bercocok tanam seperti ini nanti juga dapat diterapkan siswa di rumah". 
"Nanti mungkin bisa ditingkatkan, karena hal ini juga dapat melatih siswa untuk berwirausaha. Selain dijual mentahnya, nanti hasil dari tanaman hidroponik ini dapat dijadikan bahan olah semisal sayur bening, puding, dan jus yang menyehatkan." tutur Ibu Suciawati ketika ditemui bersama siswa yang sedang mengumpulkan bayam merah hasil panennya.